Mahasiswi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Jumat, 27 Juli 2018

LAPORAN PRAKTIKUM UJI IODIN


LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

ANALISIS KUALITATIF KARBOHIDRAT DENGAN UJI IODIN





  

OLEH :



AINAN DWI LESTARI
NIM : PO.71.3.203.17.1.003




LABORATORIUM BIOKIMIA ANALIS KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
2018



1.        Tujuan Praktikum
Untuk membedakan amilum dengan glikogen dengan melakukan uji iodin.

2.        Landasan Teori
Kata karbohidrat berasal dari kata karbon dan air. Secara sederhana karbohidrat didefinisikan sebagai polimer gula. Karbohidrat adalah karbon yang mengandung sejumlah besar gugus hidroksil. Karbohidrat paling sederhana bisa berupa aldehid (disebut polihidroksi aldehid atau aldosa) atau berupa keton (disebut polihidroksiketon atau ketosa). Berdasarkan pengertian diatas berarti diketahui bahwa karbohidrat terdiri atas atom C, H dan O. Adapun rumus umum dari karbohidrat adalah Cn(H2O) atau CnH2nOn. (Kusbandari. Aprilia, 2015)
Umumnya makanan mengandung tiga unsur yaitu karbohidrat, lemak dan protein. Dari ketiga unsur tersebut yang merupakan sumber energi utama ialah karbohidrat. Karbohidrat ialah senyawa organik dengan fungsi utama sebagai sumber energi bagi kebutuhan sel-sel dan jaringan tubuh. Peran utama karbohidrat di dalam tubuh ialah menyediakan glukosa bagi sel-sel tubuh, yang kemudian diubah menjadi energi. Glukosa merupakan jenis karbohidrat terpenting bagi tubuh manusia. Karbohidrat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber utama tenaga untuk bergerak, membentuk glukosa otot sebagai energi cadangan tubuh dan juga membentuk protein dan lemak. (Fahreza. Andi, 2015)
Dalam karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat dalam karbohidrat tersebut. Salah satu test yang digunakan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah test Molisch. Ketika ada beberapa larutan yang tidak dikenal secara pasti bahwa larutan tersebut mengandung karbohidrat atau tidak, test ini bisa dilakukan untuk menentukan adanya kandungan karbohidrat. Larutan yang bereaksi positif akan memberikan cincin yang berwarna ungu ketika direaksi dengan alphanaftol dan asam sulfat pekat. Diperkirakan, konsentrasi asam sulfat pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian dikombinasi dengan alphanaftol untuk membentuk produk berwarna. (Mulki. Abu, 2015)
Uji Iod digunakan untuk memisahkan amilum atau pati yang terkandung dalam larutan. Reaksi positifnya ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi biru. Warna biru yang dihasilkan diperkirakan adalah hasil dari ikatan kompleks antara amilum dengan Iodin. Sewaktu amilum yang telah ditetesi Iodin kemudian dipanaskan, warna yang dihasilkan sebagai hasil darireaksi yang positif akan menghilang. Dan sewaktu didinginkan warna biru akan muncul kembali. (Syawal. Putri, 2014)

3.        Alat dan Bahan
Alat
:
·           Tabung reaksi
·           Beaker glass
·           Pipet tetes
·           Rak tabung
·           Lampu spiritus
·           Kaki tiga
·           Kawat kasa
·           Korek
·           Lap halus
Bahan
:
·           Amilum 4,5 ml
·           Iodin 1,3 gram
·           Kalium Iodida 1,8 gram
·           Aquades
·           HCl 6 N
·           NaOH 6N

4.        Prosedur Kerja
1.         Menyiapkan alat dan bahan;
2.         Memipet masing-masing 1,5 ml larutan amilum;
3.         Tabung I ditambahkan 2 tetes air, tabung II ditambahkan 2 tetes HCl, dan tabung III ditambahkan NaOH 2 tetes;
4.         Semua tabug dikocok;
5.         Ditambahkan larutan iodine dan diamati.

5.        Hasil
5.1.Gambar
Larutan sampel + reagen iodine (sebelum dipanaskan) :
Larutan sampel + reagen iodine (setelah dipanaskan) :
5.2.   Pengamatan

No.

Nama Sampel

Hasil Uji

Warna
1
Tabung I
Positif (+)
Biru tua
2
Tabung II
Positif (+)
Biru tua
3
Tabung III
Negatif (-)
Bening
6.        Pembahasan
Hasil pengamatan uji iodium :
·           Tabung I berisi larutan amilum ditambahkan dengan aquades akan menghasilkan uji positif (+) yang ditandai dengan munculnya warna cokelat bening. Terbentuknya larutan berwarna cokelat bening pada penambahan aquades disebabkan karena amilum dapat bereaksi dengan iodine dalam suasana larutan netral. Dan terbentuknya warna cokelat bening disebabkan oleh terbentuknya kompleks berwarna cokelat bening dengan iodine. Terbentuknya warna cokelat bening ketika ditambahkan dengan aquades karena dalam suasana larutan netral amilum dapat terhidrolisis sehingga memudahkan untuk bereaksi dengan iodine membentuk kompleks berwarna cokelat bening dan jika dipanaskan maka akan berubah warna menjadi biru tua.
·           Tabung II berisi arutan amilum ditambahkan HCl akan menghasilkan uji yang positif (+) yang ditandai dengan munculnya warna cikelat keruh. Terbentuknya larutan berwarna cokelat keruh pada penambahan HCl disebabkan karena amilum dapat bereaksi dengan iodine dalam suasana asam. Dan terbentuknya warna cokelat keruh disebabkan oleh terbentuknya kompleks berwarna cokelat keruh dengan iodine. Iodine membentuk kompleks polisakarida yang besar dengan amilosa menghasilkan warna cokelat keruh ketika ditambahkan HCl, karena dalam suasana asam amilum dapat terhidrolisis sehingga memudahkannya untuk bereaksi dengan iodine membentuk kompleks berwarna cokelat keruh dan jika dipanaskan maka akan berubah warna menjadi biru tua.
·           Tabung III berisi larutan amilum ditambahkan dengan NaOH akan menghasilkan uji negatif (-) yang ditandai dengan munculnya hasil berwarna bening. Fungsi penambahan NaOH adalah untuk memberikan suasana basa pada uji iodium. Pada pengujian larutan amilum dan iodium, NaOH menghalangi terjadinya reaksi antara amilum dengan iodium. Hal ini disebabkan karena iodium bereaksi dengan basa sehingga tidak mengalami reaksi dengan amilum. Sehingga uji dengan penambahan NaOH tidak menunjukkan perubahan warna (bening) pada larutan amilum dan bila dipanaskan tidak akan terjadi perubahan warna.

7.        Kesimpulan
Dari hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa penambahan air dengan HCl, dipanaskan dan terjadi perubahan warna maka dinyatakan positif amilum.

                                                                                    Makassar, 23 Maret 2018

                                                                                    Ainan Dwi Lestari



PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING

Dosen Pembimbing I


Nuradi, S.Si., M.Kes.

Dosen Pembimbing II


Widarti, S.Si., Apt., M.M.Kes.
Dosen Pembimbing III


Novi Utami Dewi, SKM., M.Kes.



DAFTAR PUSTAKA

Fahreza, Andi. 2015. Raiton : Raikiri: Laporan Biokimia ( Uji Iodium ) http://andyfahreza.blogspot.co.id/2015/03/laporan-biokimia-uji-iodium.html. Diakses 05 April 2018.
Kusbandari, Aprilia. 2015. ANALISIS KUANTITAIF KANDUNGAN SAKARIDA DALAM TEPUNG DAN PATI UMBI GANYONG. journal.uad.ac.id/index.php/PHARMACIANA/article/download/2284/1452. Diakses 05 April 2018.
Mulki, Abu. 2015. Cangkulmania: Uji iodium. http://cangkulmania.blogspot.co.id/p/uji-iodium.html. Diakses 05 April 2018.
Nurjannah, Laita. 2017. Jurnal Teeknologi dan Industri Pertanian Indonesia – Jurnal Unsyiah. jurnal.unsyiah.ac.id/TIPI/article/download/5903/6540. Diakses 05 April 2018.
Syawal, Putri. 2014. Laporan Pengujian Karbohidrat Praktikum Biokimia Umum. http://putrisyawalpunya.blogspot.co.id/2014/12/laporan-pengujian-karbohidrat-praktikum.html. Diakses 05 April 2018.



LAMPIRAN PERTANYAAN

1.        Zat lain manakah selama amilum yang memberi warna dengan iodin?
Jawab : Zat yang memberi warna dengan iodine adalah suatu zat berada dalam suasana asam.

2.        3I2 + 6NaOH ® 5NaI + 3H2O
5NaI + NaIO3 + 6HCl ® 3I2 + 6NaOH + 3H2O
Dengan melihat kedua persamaan di atas, kondisi bagaimanakah yang dapat memberikan hasil uji terbaik?
Jawab : Dengan melihat kedua persamaan di atas yang dapat memberikan hasil uji terbaik adalah : 5NaI + NaIO3 + 6HCl ® 3I2 + 6NaOH + 3H2O.

3.        Bagaimanakah keampuhan/ ketelitian uji iodine ini diandingkan dengan uji antron?
Jawab :  Keampuhan/ ketelitian uji iodine ini diandingkan dengan uji antron ialah untuk membedakan amilum dan glikogen.

Kamis, 26 Juli 2018

LAPORAN PRAKTIKUM UJI SELIWANOFF


LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

ANALISIS KUALITATIF KARBOHIDRAT DENGAN UJI SELIWANOFF






OLEH :



AINAN DWI LESTARI
NIM : PO.71.3.203.17.1.003




LABORATORIUM BIOKIMIA ANALIS KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
2018



1.        Tujuan Praktikum
Untuk membedakan gula (karbohidrat) yang masuk kategori ketosa atau aldosa dengan uji seliwanoff.

2.        Landasan Teori
Pada uji Seliwanoff, jika gula tersebut mempunyai gugus keton disebut ketosa. Sebaliknya jika ia mengandung gugus aldehida, ia adalah aldosa. Prinsip dari uji ini adalah dehidrasi fruktosa oleh HCl pekat menghasilkan hidroksimetilfurfural dengan penambahan resorsinol akan mengalami kondensasi membentuk kompleks berwarna merah oranye. Uji ini didasarkan pada fakta bahwa ketika dipanaskan, ketosa lebih cepat terdehidrasi daripada aldosa. Fruktosa dan sukrosa merupakan dua jenis gula yang memberikan uji positif. Sukrosa menghasilkan uji positif karena ia adalah disakarida yang terdiri dari fruktosa dan glukosa. Hasil menunjukan positif mengandung gula pereduksi dengan adanya endapan merah pada larutan. (Kusbandari. Aprilia, 2015)
Uji seliwanoff adalah uji yang membedakan antara aldosa dan ketosa.  Ketosa dibedakan dari aldosa via gugus fungsi keton/ aldehida gula tersebut. Jika gula tersebut mempunyai gugus keton, ia adalah ketosa. Sebaliknya jika ia mengandung gugus aldehida, ia adalah aldosa. Uji ini didasarkan pada fakta bahwa ketika dipanaskan, ketosa lebih cepat terhidrasi dari pada aldosa. Reagen uji seliwanoff terdiri dari resorsianol dan asam klorida pekat :
·           Asam reagen ini menghidrolisis polisakarida dan oligosakarida menjadi gula sederhana;
·           Ketosa yang terhidrasi kemudian bereaksi dengan resorsinol, menghasilkan zat berwarna merah.
Fruktosa dan sukrosa merupakan dua jenis gula yang memberikan uji positif. Sukrosa menghasilkan uji positif karena ia adalah disakarida yang terdiri dari fruktosa dan glukosa. (Ani. Andri, 2015)
Prinsip reaksi berdasarkan atas pembentukan 4-hidroki metal furfural yang akan membentuk suatu senyawa bewarna ungu dengan adanya resorsinol (1,3-dihidroksi benzene) di dalam asam HCl. Dengan pereaksi ini mula-mula fruktosa diubah menjadi hidroksimetilfurfural yang selanjutnya bereaksi dengan resorsinol membentuk senyawa yang bewarna merah. Adanya warna merah merupakan hasilkondensasi dari resorsinol yang sebelumnya didahului dengan pembentukan hidroksi metal furfural. Proses pembentukan hidroksimtil furfural berasal dari konversi dari fruktosa oleh asam klorik  panas yang kemudian menghasilkan asam livulenik dan hidroksi metilfurfural. Pereaksi seliwanoff ini khas untuk menunjukan adanya ketosa. (Dswtest. Ariena, 2013)

3.        Alat dan Bahan
Alat
:
·           Tabung reaksi
·           Beaker glass
·           Pipet tetes
·           Rak tabung
·           Lampu spiritus
·           Kaki tiga
·           Kawat kasa
·           Korek
·           Lap halus
Bahan
:
·           Glukosa 1%
·           Fruktosa 1%
·           Maltosa 1%
·           Laktosa 1%
·           Sukrosa 1%
·           Resorsinol 0,15 gram
·           HCl pekat 34 ml
·           Aquades 68 ml

4.        Prosedur Kerja
1.         Menyiapkan alat dan bahan;
2.         Membuat reagent seliwanoff;
3.         Mengisi tabung reaksi dengan reagen uji seliwanoff sebanyak 3 ml;
4.         Kedalam masing-masing tabung reaksi ditambahkan 3 tetes larutan glukosa, fruktosa, maltosa, laktosa, dan sukrosa;
5.         Semua tabung reaksi ditaruh di dalam penangas air didih sampai terlihat perubahan warna larutan dalam beberapa tabung;
6.         Mencatat hasil pengamatan;
7.         Membersihkan peralatan dan menyimpannya pada tempatnya.
5.        Hasil
5.1.Gambar
Reagen seliwanoff + larutan sampel (sebelum dipanaskan) :
Reagen seliwanoff + larutan sampel (setelah dipanaskan) :
5.2.   Pengamatan

No.

Nama Sampel
Reaksi

Ket.
Sebelum Pemanasan
Setelah
Pemanasan
1
Glukosa 1%
Kuning
Kuning
Negatif (-)
2
Fruktosa 1%
Kuning
Merah
Positif (+)
3
Maltosa 1%
Kuning
Kuning
Negatif (-)
4
Laktosa 1%
Kuning
Kuning
Negatif (-)
5
Sukrosa 1%
Kuning
Merah
Positif (+)

6.        Pembahasan
Dari hasil pengamatan praktikum dapat diperoleh data bahwa hanya fruktosa dan sukrosa yang menghasilkan warna larutan yang spesifik yakni warna merah orange yang mengidentifikasikan adanya kandungan ketosa dalam karbohidrat jenis monosakarida itu. HCl yang terkandung dalam pereaksi Seliwanoff ini mendehidrasi fruktosa menghasilkan hidroksifurfural sehingga furfural mengalami kondensasi setelah penambahan resorsinol membentuk larutan yang berwarna merah orange. Hal ini tidak dialami oleh zat uji yang lain di mana sukrosa, glukosa, maltosa, laktosa menunjukkan hasil negatif terhadap adanya ketosa. Akan tetapi sukrosa apabila dipanaskan terlalu lama dapat menunjukkan hasil yang positif terhadap pereaksi Seliwanoff. Hal ini terjadi karena adanya pemanasan berlebih menyebabkan sukrosa terhidrolisis menghasilkan fruktosa dan glukosa sehingga fruktosa inilah yang nantinya akan bereaksi dengan pereaksi Seliwanoff menghasilkan larutan berwarna merah orange.

7.        Kesimpulan
Dari hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa dari kelima sampel yang termasuk aldosa adalah glukosa, maltose, laktosa dan yang termasuk ketosa adalah fruktosa dan sukrosa.

                                                                                    Makassar, 23 Maret 2018

                                                                                    Ainan Dwi Lestari



PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING

Dosen Pembimbing I


Nuradi, S.Si., M.Kes.

Dosen Pembimbing II


Widarti, S.Si., Apt., M.M.Kes.
Dosen Pembimbing III


Novi Utami Dewi, SKM., M.Kes.



DAFTAR PUSTAKA

Ani, Andri. 2015. Analis Kesehatan: Laporan Praktikum Uji Seliwanoff. http://tentanganaliskesehatan.blogspot.co.id/2015/03/laporan-praktikum-uji-seliwanoff.html. Diakses 05 April 2018.
Caezar, Eden. 2014. LAPORAN UJI SELIWANOFF ~ BUNGLON. http://bunglonganteng.blogspot.co.id/2014/02/laporan-uji-seliwanoff.html. Diakses 05 April 2018.
Dswtest, Ariena. 2013. Uji Seliwanoff – Scribd. https://id.scribd.com/doc/126536916/Uji-Seliwanoff. Diakses 05 April 2018.
Kusbandari, Aprilia. 2015. ANALISIS KUANTITAIF KAANDUNGAN SAKARIDA DALAM TEPUNG DAN PATI UMBI GANYONG. journal.uad.ac.id/index.php/PHARMACIANA/article/download/2284/1452. Diakses 05 April 2018.
Nurjannah, Laita. 2017. Jurnal Teeknologi dan Industri Pertanian Indonesia – Jurnal Unsyiah. jurnal.unsyiah.ac.id/TIPI/article/download/5903/6540. Diakses 05 April 2018.
Tok, Panji. 2014. Uji Seliwanoff – Info Pendidikan dan Biologi https://www.edubio.info/2014/04/uji-seliwanoff.html. Diakses 05 April 2018.
Wikipedia. 2017. Uji Seliwanoff – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopdia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Uji_Seliwanoff. Diakses 05 April 2018.



LAMPIRAN PERTANYAAN

1.        Larutan apa yang memberikan uji positif tercepat?
Jawab :   Larutan yang memberikan uji positif tercepat adalah fruktosa.

2.        Dapatkah uji ini dipakai untuk membedakan sukrosa dan fruktosa?
Jawab :   Uji ini dapat dipakai untuk membedakan sukrosa dan fruktosa. Dalam uji ini percobaan pada fruktosa mengalami perubahan warna yang awalnya jernih menjadi merah (+++) sedangkan pada pecobaan sukrosa mengalami perubahan warna yang awalnya jernih menjadi orange kemerahan (++). Hal ini di sebabkan karena adanya pemanasan berlebih menyebabkan sukrosa terhidrolisis menghasilkan fruktosa dan glukosa sehingga fruktosa inilah yang nantinya akan bereaksi dengan pereaksi Seliwanoff menghasilkan larutan berwarna orange kemerahan.

3.        Bila larutan glukosa dan larutan maltosa yang telah mengandung reagen seliwanoff dipanaskan untuk jangka waktu yang lama, warna juga dihasilkan. Apa sebabnya?
Jawab :   Karena pada glukosa dan maltosa tergolong karbohidrat jika dipanaskan terlalu lama akan terhidrolisis sehingga terbentuk gugus keton di dalamnya.

PEMERIKSAAN SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE (SGPT) KIMIA KLINIK

Nama                : Ainan Dwi Lestari NIM                 : PO.71.3.203.17.1.003 Prodi                : D-III Teknologi Laboratoriu...